Contoh Susunan Pengurus Takmir Masjid

Contoh Susunan Pengurus Takmir Masjid

Susunan Pengurus Takmir masjid mempunyai makna kepengurusan masjid. Pengurus Takmir Masjid adalah sekelompok orang yang dipilih melalui musyawarah dan mufakat, yang bertanggung jawab memakmurkan masjid. Salah satu upaya untuk memakmurkan masjid adalah dengan cara melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, oleh karana itulah diperlukan adanya takmir masjid agar semua kegiatan tersebut tersusun dan terselenggara dengan baik.

Harga Kubah Masjid

Adapun langkah-langkah didalam menentukan susunan pengurus takmir masjid adalah sebagai berikut :

  • Pemilihan pengurus takmir masjid

Pemilihan pengurus takmir masjid melalui penyelenggaraan musyawarah jama’ah.

Sebelum pemilihan ada beberapa hal penting yang harus di selesaikan yaitu laporan pertanggungjawaban kepengurusan takmir masjid pada periode sebelumnya. Laporan tersebut meliputi :

  • Pedoman kepengurusan : jabatan, tugas dan kewajiban, masa kepengurusan.
  • Program kerja : program-program yang disusun dan diselenggarakan berdasarkan keinginan dan kebutuhan jama’ah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat itu.
  • Struktur organisasi : disusun dan dibuat berdasarkan jabatan, tugas dan kewajiban sesuai dengan pedoman kepengurusan.

Setelah laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya selesai di buat barulah diselenggarakan pemilihan pengurus takmir masjid. Yang pertama di pilih adalah dewan penasehat baru kemudian ketua, wakil ketua, sekertaris, bendahara, barulah kemudiaan diikuti bidang-bidang atau divisi-divisi yang lainnya.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pengurus takmir masjid, diantaranya yaitu :

  • Komitmennya terhadap Islam
  • Keaktifannya untuk datang ke masjid
  • Wawasan pengetahuannya
  • Kemampuannya dalam memimpin
  • Penyusunan pengurus

Setelah pelantikan maka di mulailah penyusunan pengurus. Pertama-tama calon pengurus dihubungi dan diminta untuk menandatangani surat pernyataan kesediaan menjadi  pengurus yang didalamnya telah ditetapkan posisi jabatan yang bersangkutan dalam kepengurusan. Bila sudah ditandatangani maka telah resmilah orang tersebut menjadi bagian pengurus yang akan dilantik.

Dalam penyusunan pengurus hendaknya jangan ada diskriminasi suatu kelompok yang mendominasi maka penyusunan dapat memuaskan semua pihak.

  • Pelantikan pengurus

Pelantikan pengurus takmir masjid sebaiknya masa jabatannya tidak terlalu lama atau terlalu singkat. Kira-kira sekitar tiga sampai lima tahun. Periode kepengurusan tiga tahun sebenarnya sudah cukup dinamis bagi organisasi Ta’mir Masjid. Bagi Masjid yang berbadan hukum Yayasan dapat dipilih periode kepengurusan  lima tahun, agar mudah menyesuaikan dengan UU No. 16 Tahun 2001 dan perubahannya dalam UU No. 28 Tahun 2004 tentang Yayasan. Pengurus yang telah habis masa jabatannya dapat dipilih kembali dalam Musyawarah Jama’ah berikutnya, tetapi untuk jabatan Ketua Umum maksimum hanya dua kali berturut-turut.

  • Pebuatan program kerja

Setelah pemilihan, penyusunan, dan pelantikan pengurus selesai dilakukan, barulah bis di buat program kerja yang kedepannya bisa memakmurkan masjid dan jamaahnya untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan umat.

Berikut merupakan contoh susunan pengurus takmir masjid

Jabatan Tugas dan Kewajiban
Penasehat Memberi nasehat, petunjuk, saran, dan pertimbangan demi kemajuan, perkembangan, dan kelancaran semua kegiatan yang di selenggarakan masjid baik di minta maupun tidak.
Ketua Memimpin, mengawasi, melaksanakan dan mengkoordinasi semua bidang yang terkait dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab masing-masing dalam mengelola masjid dan melaksanakan program kerja takmir masjid untuk kegiatan ibadah, kemakmuran masjid dan jamaah.
Wakil Ketua Membantu ketua dalam melaksanakan tugasnya demi lancarnya program kerja, dan bertanggung jawab melaporkan semua pekerjaannya kepada ketua.
Sekertaris
  • Mengurus semua masalah administrasi, mencakup : pembuatan surat menyurat, dokumen kemitraan masjid, daftar hadir, dsb.
  • Mengkoordinasi pembuatan anggaran dasar atau anggaran rumah tangga organisasi.
  • Bertanggung jawab dalam mempersiapkan dan membuat catatan-catatan rapat organisasi.
  • Bertanggung jawab dalam membuat jadwal kalender kegiatan dan membuat laporan hasil kegiatan-kegiatan organisasi.
  • Bertanggung jawab dalam merumuskan semua kebijakan umum untuk kemudian memberikan informasi kepada seluruh anggota organisasi.
Bendahara
  • Bertanggung jawab dalam menjalankan kebijakan keuangan organisasi
  • Bertanggung jawab dalam administrasi keuangan organisasi, mencakup : pemembuat laporan keuangan secara berkala, menandatangani bukti-bukti pemasukan dan pengeluaran dana, dsb.
  • Bertanggung jawab melakukan pemeriksaan laporan keuangan dari masing-masing bidang.
Bidang Kegiatan Keagamaan dan Komunikasi Umat
  • Bertanggung jawab dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan ibadah, mencakup : sholat wajib, sholat jum’at, sholat sunnah, kultum, pengajian, kajian, dsb.
  • Bertanggung jawab dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan program-program, mencakup : program pengembangan bakat, program pesantren, program pembinaan mualaf, program pendirian rumah tahfidz, program pelatihan mengurus jenazah, dsb.
  • Bertanggung jawab dalam menyusun dan melaksanakan program persiapan hari-hari besar umat Islam, mencakup : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru 1 Muharram, Maulid Nabi, Isra Mi’raj, Nuzul Qur’an.
  • Bertanggung jawab dalam menjalin komunikasi antar umat, pemerintah, serta pihak-pihak lain yang terkait.
  • Bertanggung jawab dalam memberikan informasi-informasi penting kepada masyarakat, mencakup : informasi seputar kegiatan yang akan diselenggarakan, dan berita duka seperti kemalangan dan meninggal dunia.
  • Bertanggung jawab dalam menyusun anggaran dana untuk keperluan kegiatan masjid, dan menyerakan kepada sekertaris untuk dilanjutkan ke ketua dan bendahara.
Bidang Pendidikan, Pembinaan, dan Kesejahteraan
    • Bertanggung jawab dalam menyusun jadwal dan melaksanakan program Konsultasi masalah keluarga, dan pengajian jamaah wanita.
    • Bertanggung jawab dalam menyusun dan melaksanakan program pembinaan dan pendidikan para remaja dan pemuda, mencakup : program pendidikan pra nikah, pengajian ahad akhir bulan, konsultasi keluarga, pelatihan organisasi, pelatihan menjadi khotib, muazin, bilal, dsb.
    • Bertanggung jawab dalam menyusun dan melaksanakan program kesejahteraan sosial, mencakup : kegiatan-kegiatan berbasis kreatifitas seperti pelatihan usaha, menyantuni fakir miskin, yatim piatu, janda, mengadakan acara donor darah, termasuk zakat, infak, shodaqoh.
Bidang Sarana dan Prasarana Masjid
  • Bertanggung jawab dalam melaksanakan program perawatan gedung dan lingkungan, pengembangan prasarana masjid, pengadaan dan pemeliharaan inventaris masjid, instalasi listrik, air, internet, dan telepon
  • Bertanggung jawab dalam membuat daftar, mengecek, memelihara dan membuat laporan tentang seluruh inventaris masjid.
Bidang Kebersihan dan Keamanan
  • Bertanggung jawab dalam hal kebersihan baik di dalam maupun di sekitar area masjid.
  • Bertanggung jawab dalam mempersiapkan fasilitas kegiatan.
  • Bertanggung jawab dalam menjaga keamanan seluruh inventaris masjid dan keamanan lokasi sekitar masjid.
Bidang Arsip, Perpustakaan, Dokumentasi, dan IT
  • Bertanggung jawab terhadap pemeriliharaan seluruh arsip dan dokumen organisasi.
  • Bertanggung jawab dalam pengelolaan informasi dan administrasi IT.
  • Bertanggung jawab dalam menyusun dan melaksanakan program perpustakaan, minat baca, dan bedah buku.

Dengan adanya contoh tentang susunan pengurus takmir masjid ini, semoga bisa membuat banyak orang tertarik hatinya untuk ikut serta menjadi pengurus takmir masjid sehingga dapat menjadi bagian dalam upaya memakmurkan masjid. Demikianlah pembahasan mengenai contoh susunan pengurus takmir masjid kali ini, semoga bermanfaat dan bisa mendatangkan ide-ide baru bagi siapa saja yang membacanya.

This website uses cookies.